IBD Sebagai Salah Satu MKDU
FIKRI AZHARI RABBANI
12117345
12117345
IBD
itu merupakan mata kuliah yang membicarakan dan membahas tentang nilai – nilai kebudayaan dan berbagai macam
hal dan masalah yang dihadapi kehidupan manusia sehari-hari.Dan juga di
harapkan kita nih sebagai Mahasiswa/Mahasiswi dapat mengenal dan dapat pula
mencintai budaya-budaya yang ada di Indonesia. Secara singkat, setelah
mendapatkan mata kuliah ini, mahasiswa dapat memperlihatkan :
- Minat, kebiasaan meneliti dan menelaah setiap kegiatan yang dilakukan
dan terjadi di sekitar serta tujuan kegiatan tersebut.
- Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianut dan hubungannya dengan
kehidupan sehari-hari
- Kerelaan memikirkan kembali nilai-nilai yang dianutnya untuk
mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri dapat membenarkan nilai-nilai
tersebut untuk dirinya.
- Keberanian moral terhadap nilai-nilai yang telah diterimanya dengan
penuh tanggung jawab dan menolak hal yang berlawanan dengan nilai
tersebut.
v Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar adalah suatu Ilmu yang
mempelajari tentang dasar-dasar Kebudayaan, Dan Budaya memang merupakan salah
satu jiwa dari nilai-nilai yang ada di masyarakat .
Secara umum pengertian kebudayaan adalah
merupakan jalan atau arah di dalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi
kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Untuk lebih jelas lagi yuuk kita intip
pendapat-pendapat para ahli tentang pengertian dari budaya itu sendiri :
1. E. B. Tylor, budaya adalah suatu
keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral,
keilmuan, hukum, adat istiadat dan kemampuan yang lain. Serta kebiasaan yang
didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat .
2. R. Linton dalam bukunya yang berjudul
The Cultural background of personality menyatakan bahwa kebudayaan adalah
konfigurasi dari sebuah tingkah laku dan hasil laku, yang unsur-unsur
pembentuknya didukung serta diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu .
3. Koentjaraningrat, mengartikan bahwa
kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, milik diri manusia dengan
belajar.
4. Selo Soemarjan dan Soelaeman
Soemardi, mengatakan bahwa kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa, dan cipta
masyarakat.
5. Herkovits, kebudayaan adalah bagian
dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh manusia.
6. Bronislaw Malinowski, Adalah keseluruhan
kehidupan manusia yang integral yang terdiri dari berbagai peralatan dan
barang-barang konsumen, berbagai peraturan untuk kehidupan masyarakat, ide-ide
dan hasil karya manusia, keyakinan dan kebiasaan manusia.
7. C. Klukhuahn dan W. H. Kelly, mencoba
merumuskan definisi kebudayaan sebagai hasil tanya jawab dengan para ahli
antropologi, sejarah, hukum, psikologi yang implisit, eksplisit, rasional,
irasional terdapat pada setiap waktu sebagai pedoman yang potensial bagi
tingkah laku manusia.
8. Dawson dalam buku Age Of The Gods
mengatakan bahwa kebudayaan adalah cara hidup bersama (Culture is common way of
life)
9. J. P. H. Dryvendak mengatakan bahwa
kebudayaan adalah kumpulan dari cetusan jiwa manusia sebagai yang beraneka
ragam berlaku dalam suatu masyarakat tertentu.
10. Takdir Alisyahbana, mengatakan
kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir.
Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan
bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :
1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ).
Ilmu-ilmu
alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam
semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan
menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat
analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian
digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5
benar dan 100 5 salah.
2. Ilmu-ilmu sosial ( social scince ).
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk
mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia.
Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu
alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran.
Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah
dari saat ke saat.
3. Ilmu kebudayaan ( science culture )
Di dunia ini banyak sekali Negara dan
juga rakyatnya dengan berbagai macam suku dan budaya disetiap suku atau etnic
mempunyai perbedaan dan juga cirri khas yang bisa kita membedakannya dari mulai
pakaiannya, tutur bahasanya, dan juga norma-norma kehidupannya sehingga dari
situ lah kita bisa menyimpulkan bahwa ilmu kebudayaan adalah ilmu yang
mempelajari tentang suatu norma asas di setiap wilayah diberbagai Negara, tidak
semua kebudayaan itu sama dan juga tidak lain pula dinegara satu mudah menerima
kedatangan buadaya yang berasal dari Negara lain contoh: di bagian Negara barat
boleh memakai pakaian yang terbuka akan tetapi dinegara Indonesia yang mayoritas
negaranya mempunyai kepercayaan muslim sangat sulit menerima keadaan seperti
itu.
v Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Kawan kita masuk nih ke tujuan dari Ilmu
Budaya Dasar itu sendiri adalah
1. lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaan
dan budaya, serta lebih bertanggung jawab terhadap masalah-masalah tersebut.
2. Mengusahakan kepekaan terhadap nilai-nilai lain untuk
lebih mudah menyesuaikan diri.
3. Menyadarkan mahasiswa terhadap nilai-nilai yang hidup
dalam masyarakat, hormat menghormati serta simpati pada nilai-nilai yang hidup
pada masyarakat.
4. Mengembangkan daya kritis terhadap persoalan
kemanusiaan dan kebudayaan.
5. Memiliki latarbelakang pengetahuan yang cukup luas
tentang kebudayaan indonesia,
6. Menimbulkan minat untuk mendalaminya.
7. Mendukung dan mengembangkan kebudayaan sendiri dengan
kreatif.
8. Tidak terjerumus terhadap sifat kedaerahan dan
pengkotakan disiplin ilmu.
9. Menambahkan kemampuan mahasiswa untuk menanggapi
masalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat indonesia dan dunia tana terpikat
oleh disipin mereka.
10. Mempunyai kesamaan bahan pembicaraan, tempat berpijak
mengenai masalah kemanusian dan
kebudayaan.
11. Terjalin interelasi antara cendekiawan yang berbeda
keahlian agar lebih positif dan komunikatif.
12. Menjembatani para sarjana yang berbeda keahliannya
dalam bertugas menghadapi
masalah kemanusiaan dan budaya.
13. Memperlancar masalah pelaksanaan pembangunan dalam
berbagai bidang yang ditangani oleh berbagai cendekiawan.
14. Agar mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang
membangun.
15. Agar mampu memenuhi tuntutan dari tridarma perguruan
tinggi, khususnya darma pendidikan.
Nah untuk mencapai tujuan tersebut
IBD ini diharapkan dapat
1. Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan
budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang
baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas
pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya
kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin
bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke
dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
4. menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar
mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang
sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.
Perbedaan antara Ilmu Budaya Dasar dan
Ilmu Pengetahuan Sosial, yaitu :
- Ilmu Budaya Dasar diberikan pada tingkat perguruan tinggi sedangkan
Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan pada tingkat pendidikan dasar maupun
tingkat pendidikan lanjutan menengah pertama sampai menengah atas.
- Ilmu Budaya Dasar merupakan matakuliah tunggal artinya tidak memiliki
kelompok mata pelajaran sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial adalah kelompok
dari sejumlah mata pelajaran diantaranya Sejarah, Ekonomi, Geografi,
Sosiologi, dan lain-lain.
- Ilmu Budaya Dasar bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar dan
pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji
masalah manusia dan kebudayaan sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial bertujuan
untuk pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.
Persamaan dari keduanya antara lain
adalah :
- Keduanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan
atau pengajaran
- Keduanya bukan merupakan disiplin ilmu yang berdiri sendiri
- Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan
permasalahan sosial
v
Ruang
Lingkup IBD
Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar Bertitik
tolak dari kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa
dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata
kuliah IBD. Kedua masalah pokok itu adalah :
- Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah
kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan
budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin)
didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai
disiplin dalam pengetahuan budaya.
- Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka
ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan
adalah:
- Manusia dan cinta kasih
- Manusia dan Keindahan
- Manusia dan Penderitaan
- Manusia dan Keadilan
- Manusia dan Pandangan hidup
- Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
- Manusia dan kegelisahan
- Manusia dan harapan
Berikut ini adalah berbagai masalah
kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dengan
kebudayaan.
- Masalah individu, keluarga dan masyarakat.
- Masalah pemuda dan sosialisasi.
- Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat
- Masalah hubungan antara warga negara dan negara
- Masalah masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
- Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi.
- Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan
kesejahteraan rakyat
Ilmu
Budaya Dasar (IBD) sebagai mata kuliah dasar umum (MKDU), diberikan kepada
mahasiswa di seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta, bertujuan untuk
mengembangkan daya tangkap, persepsi, penalaran, dan apresiasi mahasiswa
terhadap lingkungan budaya.
v
Komentar
Pertama,
tema-tema IBD merupakan tema-tema inti permasalahan dasar manusia yang dialami
dan dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, seperti tema-tema yang telah disusun
oleh Konsorsium Antar Bidang yang meliputi cinta kasih,
keindahan, penderitaan, keadilan, pandangan hidup, tanggung jawab, kegelisahan,
dan harapan.
Kedua, pada saat ini, terdapat kecenderungan bahwa
ilmu atau ilmuwan sering mengabaikan sikap dan perilaku moral. Banyak di antara
ilmuwan yang menganggap bahwa aspek moral itu tidak penting. Menurutnya, aspek
yang lebih penting daripada moral dalam suatu ilmu adalah ontologis dan
epistemologis. Apabila hal itu yang terjadi, maka ia akan mengabaikan unsur
manusiawinya, kurang berbudaya, dan tidak peka terhadap permasalahan moral.
Untuk mengantisipasi hal itu, setiap sarjana dirasa perlu memahami aspek budaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar