MAKALAH
ILMU SOSIAL DASAR
UNTUK
MEMENUHI SALAH SATU TUGAS
MATA KULIAH ILMU SOSIAL
DASAR
DOSEN: IBU
SUKESTININGSIH
Disusun Oleh:
FIKRI
AZHARI RABBANI (12117345)
( Jl kemang Rt 04/10. Sukatani
Tapos-depok )
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN
TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017
KATA
PENGANTAR
Assaalamualaikum. Wr.Wb
Puji
syukur kehadirat Allah SWT, yang atas berkah dan rahmatnya saya dapat
menyelesaikan tugas Makalah Ilmu Sosial Dasar yang berjudul Broken Home Tidak
lupa saya sampaikan terima kasih kepada teman-teman saya yang telah banyak
membantu dalam penyusunan makalah ini.
Saya
menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari kata sempurna. Untuk itu, saya terus mengharapkan bimbingan dari dosen
mata kuliah Ilmu Sosial Dasar. Harapan saya, semoga makalah ini dapat berguna
bagi para pembacanya. Akhirnya kata saya ucapkan terima kasih.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masa remaja merupakan masa transisi atau masa
peralihan dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan. masa ini adalah remaja mencari
jati diri. Pencaharian jati diri merupakan proses dari perkembangan pribadi
anak. Untuk membantu remaja pada masa transisi ini yang sangat berperan disini
adalah keluarga, disini keluargalah yang bertanggung jawab dalam perkembangan
sosial anak. Pada hakekatnya keluargalah wadah pembentukan masing-masing
anggotanya, terutama anak remaja yang masih berada dalam bimbingan tanggung
jawab orang tuanya, selain sebagai pembentukan masing-masing anggota terutama
anak peranan terpenting dalam keluarga memenuhi kebutuhan anak baik kebutuhan
fisik maupun psikis. Jadi dari keluargalah semua itu berasal, kalau anak remaja
dibesarkan dari keluarga yang utuh / tidak broken home maka perkembangan
anaknya akan mengarah kearah yang baik atau sebaliknya, Lalu bagaimana perkembangan
remaja yang berada dalam keluarga yang broken home? Dan bagaimana pula
dampaknya bagi perkembangan remaja? Maka didalam makalah ini saya akan mencoba
menguraikannya.
1.2 Perumusan Masalah
1.
Bagaimana keadaan keluarga broken home?
2. Bagaimana
dampaknya bagi perkembangan kejiwaan anak?
3.
Bagaimana cara solusi supaya keluarag tidak broken home ?
1.3 Tujuan penulis
bertujuan supaya orang tua lebih memperhatikan
perkembangan anak dan tidak hanya mementingkan egonya masing-masing seperti berpisah
atau bercerai, karena sikap orang tua itu sangat berpengaruh pada perkembangan
anak terutama remaja karena sikap dan prilaku orang tua dalam hubungan dengan
anak-anak mempengaruhi setiap pertumbuhan dan perkembangan.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pembahasan Keluarga
Keluarga berarti nuclear family yaitu terdiri dari ayah, ibu dan anak, ayah dan ibu secara ideal tidak terpisahkan tetapi bahu-membahu dalam melaksanakan tanggung jawab . Broken Home adalah kurangnya perhatian dari keluarga atau kurangnya kasih sayang dari orang tua sehingga membuat mental seorang anak menjadi frustasi, brutal dan susah diatur. Broken home sangat berpengaruh besar pada mental seorang pelajar hal inilah yang mengakibatkan seorang pelajar tidak mempunyai minat untuk berprestasi. Broken home juga bisa merusak jiwa anak sehingga dalam sekolah mereka bersikap seenaknya saja, tidak disiplin di dalam kelas mereka selalu berbuat keonaran dan kerusuhan hal ini dilakukan karena mereka Cuma ingin cari simpati pada teman-teman mereka bahkan pada guru-guru mereka. Untuk menyikapi hal semacam ini kita perlu memberikan perhatian dan pengerahan yang lebih agar mereka sadar dan mau berprestasi.
Keluarga berarti nuclear family yaitu terdiri dari ayah, ibu dan anak, ayah dan ibu secara ideal tidak terpisahkan tetapi bahu-membahu dalam melaksanakan tanggung jawab . Broken Home adalah kurangnya perhatian dari keluarga atau kurangnya kasih sayang dari orang tua sehingga membuat mental seorang anak menjadi frustasi, brutal dan susah diatur. Broken home sangat berpengaruh besar pada mental seorang pelajar hal inilah yang mengakibatkan seorang pelajar tidak mempunyai minat untuk berprestasi. Broken home juga bisa merusak jiwa anak sehingga dalam sekolah mereka bersikap seenaknya saja, tidak disiplin di dalam kelas mereka selalu berbuat keonaran dan kerusuhan hal ini dilakukan karena mereka Cuma ingin cari simpati pada teman-teman mereka bahkan pada guru-guru mereka. Untuk menyikapi hal semacam ini kita perlu memberikan perhatian dan pengerahan yang lebih agar mereka sadar dan mau berprestasi.
2.2 penyebab broken
home
Faktor
penyebab broken home dalam keluarga bisa bermunculan contohnya saja :
·
Orang tua yang terlalu sibuk dengan dunianya sendiri
Keadaan dimana orang tua baik itu
ayah atau ibu sama-sama bekerja, sama-sama sibuk
dengan pekerjaan setiap harinya dapat memicu terjadi broken home apabila tidak
diimbangi dengan komunikasi antar anggota keluarga.
- Orang tua tidak dewasa dalam
berpikir
Selalu mengedepankan ego
masing-masing dan selalu menganggap pendapatnyalah yang paling benar. Hal ini akan menjadi penyebab suami istri
bertengkar
- Rumah tangga dengan landasan
keimanan yang tidak kuat
Permasalahan
yang muncul dalam rumah tangga sejatinya adalah cobaan dalam hidup. Tidak
sedikit orang yang depresi lalu melakukan hal-hal diluar dugaan karena tidak
punya iman yang kuat.
- Wawasan pikiran yang kurang
luas
Bisa disebabkan
juga karena faktor pendidikan yang kurang. Wawasan yang kurang luas bisa
mempengaruhi cara berpikir dan mengambil sikap terhadap masalah yang sedang
dihadapi.
- Masalah keuangan dalam
keluarga
Tidak bisa kita
pungkiri keuangan dalam rumah tangga menjadi hal yang sangat vital. Satu
keluarga bisa bercerai berai hanya karena system keuangan yang buruk, misal
suami bekerja keras untuk nafkah keluarga sementara istri boros dalam
penggunaan, penghasilan istri yang lebih tinggi dari suami, atau tidak bisa
Berikut adalah
penjelasan mengenai penyebab broken home dalam keluarga:
Faktor Penyebab
Broken Home dalam Keluarga
Faktor penyebab
broken home dalam keluarga bisa bermunculan darimanapun. Suatu pernikahan
memerlukan pondasi yang kuat agar bisa bertahan lama. Disini bisa dibagi
menjadi dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal
ialah faktor yang berasal dari individu itu sendiri.
1.3 Solusi pencegahan broken home
Banyak jalan
agar mencegah terjadinya broken home pada suatu rumah tangga. Yang terpenting
ialah kata SALING.. saling mendengarkan satu sama lain, saling berkomunikasi
antar anggota keluarga, saling membantu dalam kesulitan dan lain sebagainya.
Kesiapan mental dan fisik sebelum memulai pernikahan juga mendukung agar suatu
pasangan tidak kaget dalam berumah tangga. Berikut adalah beberapa cara agar
mencegah broken home terjadi :
1. Selalu luangkan waktu untuk mendengarkan cerita atau keluh kesah anak
Anak termasuk
orang yang baru menjalani kehidupan ini. Mereka perlu arahan dan petunjuk dari
orang tuanya. Banyak hal yang terjadi entah dalam pertemanan, sekolah, atau
kehidupannya dirumah. Sempatkan untuk sekedar mendengarkan anak curahan hatinya
dan berikan respon yang baik, atau berlaku sampai anak beranjak dewasa,
peran orang tua .
2. Ciptakan suasana harmonis didalam rumah tangga
Suasana
harmonis bisa diwujudkan jika semua anggota keluarga tidak mengabaikan
komunikasi yang baik. Dizaman sekarang komunikasi banyak mendapat kemudahan,
mulai dari handphone, email, internet. Komunikasi yang buruk bisa menimbulkan
broken home, contoh suami jarang berada dirumah, saat hendak pergi tidak pernah
pamit pada istri dia mau kemana, ada urusan apa dan berapa lama. Hal ini
mungkin sepele tapi jika terjadi dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan
rumah tangga yang dingin dan hampa.
3. Beribadah bersama
Cara ini
merupakan cara yang bisa diterapkan dalam rumah, bersama-sama mendekatkan diri
kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bagi yang beragama Islam bisa dengan sholat
berjamaah dirumah, atau sholat bersama-sama ke masjid. Bagi yang beragama
Kristiani bisa beribadah bersama-sama di gereja, begitu pun dengan agama Hindu,
Budha dan agama yang lainnya.
4. Makan bersama untuk menjaga kehangatan dalam keluarga
Sesibuk apapun
usahakan ada waktu bertemu dengan anak dan pasangan. Makan malam bersama bisa
menjadi cara alternatif untuk menambah keharmonisan rumah tangga. Jadwalkan
minimal satu minggu sekali, bisa diakhir pekan dimana banyak luang.
BAB III
KESIMPULAN
KESIMPULAN
Kesimpulan
Istilah “broken home” biasanya digunakan untuk menggambarkan keluarga yang berantakan akibat orang tua tidak lagi peduli dengan situasi dan keadaan keluarga di rumah. Orang tua tidak lagi perhatian terhadap anak-anaknya, baik masalah di rumah, sekolah, sampai pada perkembangan pergaulan anak-anaknya di masyarakat.
Istilah “broken home” biasanya digunakan untuk menggambarkan keluarga yang berantakan akibat orang tua tidak lagi peduli dengan situasi dan keadaan keluarga di rumah. Orang tua tidak lagi perhatian terhadap anak-anaknya, baik masalah di rumah, sekolah, sampai pada perkembangan pergaulan anak-anaknya di masyarakat.
Faktor-faktor yang menyebabkan broken home :
1. Terjadinya perceraian
2. Ketidak dewasaan sikap orang tua
3. Orang tua yang kurang memiliki rasa tanggung jawab
4. Jauh dari Tuhan
5. Adanya masalah ekonomi
1. Terjadinya perceraian
2. Ketidak dewasaan sikap orang tua
3. Orang tua yang kurang memiliki rasa tanggung jawab
4. Jauh dari Tuhan
5. Adanya masalah ekonomi
Daftar Pustaka
- https://cintalia.com/kehidupan/keluarga/penyebab-broken-home-dalam-keluarga
- https://wahid07.wordpress.com/2011/04/27/e-book/
- http://putriayumawarni.blogspot.co.id/2013/03/makalah-dampak-broken-home-bagi.html
- http://dhikamon.blogspot.co.id/2011/11/makalah-broken-home.ht
