Jumat, 12 Januari 2018

Makalah ISD Tentang Broken Home

MAKALAH
ILMU SOSIAL DASAR
UNTUK MEMENUHI SALAH SATU TUGAS
MATA KULIAH ILMU SOSIAL DASAR
DOSEN: IBU SUKESTININGSIH



Disusun Oleh:

FIKRI AZHARI RABBANI                          (12117345)
( Jl kemang Rt 04/10. Sukatani Tapos-depok )






FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017
KATA PENGANTAR
Assaalamualaikum. Wr.Wb
            Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang atas berkah dan rahmatnya saya dapat menyelesaikan tugas Makalah Ilmu Sosial Dasar yang berjudul Broken Home Tidak lupa saya sampaikan terima kasih kepada teman-teman saya yang telah banyak membantu dalam penyusunan makalah ini.
            Saya menyadari  bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu, saya terus mengharapkan bimbingan dari dosen mata kuliah Ilmu Sosial Dasar. Harapan saya, semoga makalah ini dapat berguna bagi para pembacanya. Akhirnya kata saya ucapkan terima kasih.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
            Masa remaja merupakan masa transisi atau masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan. masa ini adalah remaja mencari jati diri. Pencaharian jati diri merupakan proses dari perkembangan pribadi anak. Untuk membantu remaja pada masa transisi ini yang sangat berperan disini adalah keluarga, disini keluargalah yang bertanggung jawab dalam perkembangan sosial anak. Pada hakekatnya keluargalah wadah pembentukan masing-masing anggotanya, terutama anak remaja yang masih berada dalam bimbingan tanggung jawab orang tuanya, selain sebagai pembentukan masing-masing anggota terutama anak peranan terpenting dalam keluarga memenuhi kebutuhan anak baik kebutuhan fisik maupun psikis. Jadi dari keluargalah semua itu berasal, kalau anak remaja dibesarkan dari keluarga yang utuh / tidak broken home maka perkembangan anaknya akan mengarah kearah yang baik atau sebaliknya, Lalu bagaimana perkembangan remaja yang berada dalam keluarga yang broken home? Dan bagaimana pula dampaknya bagi perkembangan remaja? Maka didalam makalah ini saya akan mencoba menguraikannya.
1.2 Perumusan Masalah
1.    Bagaimana keadaan keluarga broken home?
2.    Bagaimana dampaknya bagi perkembangan kejiwaan anak?
3.    Bagaimana cara solusi supaya keluarag tidak broken home ?

1.3 Tujuan penulis
bertujuan supaya orang tua lebih memperhatikan perkembangan anak dan tidak hanya mementingkan egonya masing-masing seperti berpisah atau bercerai, karena sikap orang tua itu sangat berpengaruh pada perkembangan anak terutama remaja karena sikap dan prilaku orang tua dalam hubungan dengan anak-anak mempengaruhi setiap pertumbuhan dan perkembangan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pembahasan Keluarga
Keluarga berarti nuclear family yaitu terdiri dari ayah, ibu dan anak, ayah dan ibu secara ideal tidak terpisahkan tetapi bahu-membahu dalam melaksanakan tanggung jawab . Broken Home adalah kurangnya perhatian dari keluarga atau kurangnya kasih sayang dari orang tua sehingga membuat mental seorang anak menjadi frustasi, brutal dan susah diatur. Broken home sangat berpengaruh besar pada mental seorang pelajar hal inilah yang mengakibatkan seorang pelajar tidak mempunyai minat untuk berprestasi.
Broken home juga bisa merusak jiwa anak sehingga dalam sekolah mereka bersikap seenaknya saja, tidak disiplin di dalam kelas mereka selalu berbuat keonaran dan kerusuhan hal ini dilakukan karena mereka Cuma ingin cari simpati pada teman-teman mereka bahkan pada guru-guru mereka. Untuk menyikapi hal semacam ini kita perlu memberikan perhatian dan pengerahan yang lebih agar mereka sadar dan mau berprestasi.

2.2 penyebab broken home
Faktor penyebab broken home dalam keluarga bisa bermunculan contohnya saja :
·         Orang tua yang terlalu sibuk dengan dunianya sendiri
            Keadaan dimana orang tua baik itu ayah atau ibu sama-sama bekerja, sama-sama             sibuk dengan pekerjaan setiap harinya dapat memicu terjadi broken home apabila tidak diimbangi dengan komunikasi antar anggota keluarga.
  • Orang tua tidak dewasa dalam berpikir
            Selalu mengedepankan ego masing-masing dan selalu menganggap pendapatnyalah    yang paling benar. Hal ini akan menjadi penyebab suami istri bertengkar
  • Rumah tangga dengan landasan keimanan yang tidak kuat
Permasalahan yang muncul dalam rumah tangga sejatinya adalah cobaan dalam hidup. Tidak sedikit orang yang depresi lalu melakukan hal-hal diluar dugaan karena tidak punya iman yang kuat.
  • Wawasan pikiran yang kurang luas
Bisa disebabkan juga karena faktor pendidikan yang kurang. Wawasan yang kurang luas bisa mempengaruhi cara berpikir dan mengambil sikap terhadap masalah yang sedang dihadapi.

  • Masalah keuangan dalam keluarga
Tidak bisa kita pungkiri keuangan dalam rumah tangga menjadi hal yang sangat vital. Satu keluarga bisa bercerai berai hanya karena system keuangan yang buruk, misal suami bekerja keras untuk nafkah keluarga sementara istri boros dalam penggunaan, penghasilan istri yang lebih tinggi dari suami, atau tidak bisa
Berikut adalah penjelasan mengenai penyebab broken home dalam keluarga:
Faktor Penyebab Broken Home dalam Keluarga
Faktor penyebab broken home dalam keluarga bisa bermunculan darimanapun. Suatu pernikahan memerlukan pondasi yang kuat agar bisa bertahan lama. Disini bisa dibagi menjadi dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal ialah faktor yang berasal dari individu itu sendiri.
1.3 Solusi pencegahan broken home

Banyak jalan agar mencegah terjadinya broken home pada suatu rumah tangga. Yang terpenting ialah kata SALING.. saling mendengarkan satu sama lain, saling berkomunikasi antar anggota keluarga, saling membantu dalam kesulitan dan lain sebagainya. Kesiapan mental dan fisik sebelum memulai pernikahan juga mendukung agar suatu pasangan tidak kaget dalam berumah tangga. Berikut adalah beberapa cara agar mencegah broken home terjadi :
1.    Selalu luangkan waktu untuk mendengarkan cerita atau keluh kesah anak
Anak termasuk orang yang baru menjalani kehidupan ini. Mereka perlu arahan dan petunjuk dari orang tuanya. Banyak hal yang terjadi entah dalam pertemanan, sekolah, atau kehidupannya dirumah. Sempatkan untuk sekedar mendengarkan anak curahan hatinya dan berikan respon yang baik, atau berlaku sampai anak beranjak dewasa, peran orang tua .







2. Ciptakan suasana harmonis didalam rumah tangga
Suasana harmonis bisa diwujudkan jika semua anggota keluarga tidak mengabaikan komunikasi yang baik. Dizaman sekarang komunikasi banyak mendapat kemudahan, mulai dari handphone, email, internet. Komunikasi yang buruk bisa menimbulkan broken home, contoh suami jarang berada dirumah, saat hendak pergi tidak pernah pamit pada istri dia mau kemana, ada urusan apa dan berapa lama. Hal ini mungkin sepele tapi jika terjadi dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan rumah tangga yang dingin dan hampa.
3. Beribadah bersama
Cara ini merupakan cara yang bisa diterapkan dalam rumah, bersama-sama mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bagi yang beragama Islam bisa dengan sholat berjamaah dirumah, atau sholat bersama-sama ke masjid. Bagi yang beragama Kristiani bisa beribadah bersama-sama di gereja, begitu pun dengan agama Hindu, Budha dan agama yang lainnya.


4. Makan bersama untuk menjaga kehangatan dalam keluarga
Sesibuk apapun usahakan ada waktu bertemu dengan anak dan pasangan. Makan malam bersama bisa menjadi cara alternatif untuk menambah keharmonisan rumah tangga. Jadwalkan minimal satu minggu sekali, bisa diakhir pekan dimana banyak luang.

BAB III
KESIMPULAN
Kesimpulan
Istilah “broken home” biasanya digunakan untuk menggambarkan keluarga yang berantakan akibat orang tua tidak lagi peduli dengan situasi dan keadaan keluarga di rumah. Orang tua tidak lagi perhatian terhadap anak-anaknya, baik masalah di rumah, sekolah, sampai pada perkembangan pergaulan anak-anaknya di masyarakat.
Faktor-faktor yang menyebabkan broken home :
1. Terjadinya perceraian
2. Ketidak dewasaan sikap orang tua
3. Orang tua yang kurang memiliki rasa tanggung jawab
4. Jauh dari Tuhan
5. Adanya masalah ekonomi






Daftar Pustaka